STIABI mengirimkan Utusan untuk mengikuti Workshop yang digagas oleh Forum Operator kopertais II wialayah Jawa Barat dan

08/02/2020 | 144 kali | Berita

STIABI Riyadul ‘Ulum mengirimkan utusannya yang diwakili oleh Ustadz Abdul Gofur, S.E dan Rahmat Mulya Nugraha, S.Pd.I. M.Pd. untuk mengikuti Workshop yang diinisiasi oleh forum operator PTKIS kopertais II wilayah Jawa Barat dan Banten. Workshop ini diikuti oleh 60 PTKIS perwakilan dari berbagai daerah Se-Jawa Barat dan Banten.

Workshop ini terbagi pada 3 sesi, sesi pertama yaitu pembukaan yang dimulai dari pukul  14.15 – 16.25 WIB. Sesi kedua workshop tentang Emis dari pukul 20.00 – 23.00 WIB dan sesi terakhir akan dilaksanakan keesokan harinya pada pukul 08.00 – 11.30 WIB.

perfotoan dengan pemateri

Hal yang menarik dari sesi pertama yang dilaksanakan di Meeting Hall di hotel Gino Feruci Bandung adalah sambutan dari bapak H. Usep Dedi Rostandi. M.A., beliau membahas sedikit pentingnya keberadaan operator bagi perguruan tinggi. “Perguruan tinggi itu memiliki kewajiban untuk memberikan laporan, baik itu Emis ataupun Forlap dikti. Karena dari hasil laporan itu pemerintah menilai sebuah Perguruan Tinggi. Karena Ketua ataupun Rektor tidak memungkinkan untuk melakukan hal tersebut maka operatorlah yang mengerjakannya”. Tukas beliau

“Demi terjaminnya pelaporan yang berkualitas, maka para pimpinan perguruan tinggi mengirim kalian ke acara ini,” dengan sekidit nada keras kepada operator, bapak H. Usep Dedi Rostandi. M.A. yang menjabat sebagai Sekertaris Kopertais II Wilayah Jawa Barat dan Banten berkata “jangan mentang-mentang hotel ini dekat dengan pasar biru,  yang dibawa oleh kalian hanya kain belanjaan dari pasar tersebut, tapi sampaikanlah dan kerjakan apa yang disampaikan dan fikirkan bagaimana hasil pelaporan Emis dan Forlap kalian kepada para pimpinan Perguruan tinggi masing-masing.”

Satu hal yang memang belum semua perguruan tinggi lakukan adalah kurang memberikan fasilitas yang memadai demi menunjang kualitas laporan oleh operatornya, beberapa diantaranya adalah “laptop yang layak, koneksi internet yang stabil, bahkan kalau bisa operatornya jangan satu orang saja, tapi sesuaikan dengan beban laporan Perguruan Tinggi masing-masing”.

Pada sesi kedua, concern pada pelaporan Emis yang dipimpin oleh Pak Cecep M.T sebagai operator kopertais wilayah II Jabar dan Banten, dan pak Anwar sebagai pakar Emis. Pada kesempatan ini diberikan kesempatan bagi para operator untuk menanyakan hal-hal yang dirasa tidak bisa terpecahkan dan tidak bisa ditangani oleh operator lain, hal ini diamini oleh pak anwar sendiri. “jangan ada permasalahan diantara kita” candaan dari beliau.

Ustadz Abdul Gofur, S.E, sedang bertanya kepada pemateri

Tentunya kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Ustadz Gofur, S.E. dalam hal ini beliau menanyakan sistem pelaporan STIABI Riyadul ‘Ulum Tasikmalaya yang baru saja menerima Akun emis pada tanggal 20 Januari 2020, sedangkan ketika membuka websitenya, diwebsitenya tertulis jelas bahwa pelaporan Untuk tahun akademik 2019-2020 Ganjil sudah ditutup per-31 Desember 2019. 

Permasalah ini langsung ditangani oleh bapak anwar ditempat dengan syarat pihak kampus mengirimkan permohonan resmi dan dikirim oleh pihak STIABI melalui situs Emis. Dikarenakan surat sudah dibuatkan maka sistem pelaporan Emis STIABI pun sudah dibuka kembali oleh beliau. Pertanyaan dari Ustadz gofur juga menjadi pertayaan terakhir pada hari itu dan akan dilanjutkan lagi pada esok hari. [Rahmat m.n]


Share: