STIABI BERSISTEM ASRAMA

18/02/2021 | 181 kali | Berita

Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam (STIABI) merupakan sebuah perguruan tinggi yang berada di Kota Tasikmalaya.  STIABI ini dibangun pada tahun 2018 di lingkungan Pondok Pesantren Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah, munculnya perguruan tinggi ini adalah kelanjutan dari jenjang pendidikan SMA Terpadu Riyadlul Ulum. Yang mana seluruh mahasiswa STIABI ini merupakan pengabdian yang mengabdikan diri di Ponpes Riyadlul Ulum. Tahun ini merupakan tahun ke-4 berdirinya perguruan tinggi STIABI dan hingga saat ini terdapat 157 mahasiswa aktif yang berada di perguruan tinggi STIABI.  

Perguruan tinggi ini memiliki sistem yang berbeda dengan perguruan tinggi yang lain. Hal ini terlihat karena STIABI mempunyai sitem berasrama, yang mana seluruh mahasiswa STIABI harus bermukim dipondok sembari melakukan perkuliahan. Sistem berasrama ini terlahir dengan munculnya niatan para pimpinan pondok untuk meneruskan integrasi keilmuan antara ilmu umum dan ilmu agama yang telah dimiliki oleh para mahasiswa STIABI sejak menimba ilmu di jenjang SMP dan SMA Terpadu Riyadlul Ulum.

Artinya sistem asrama yang berlaku di STIABI ini dimaksudkan untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang telah diraih oleh mahasiswa ketika di SMP dan SMA sehingga keilmuan mereka terus berlanjut sampai mereka betul-betul mampu menguasai ilmu-ilmu tersebut dengan maksimal. Selain itu, mereka juga dapat menambah keilmuanya dengan ilmu-lmu yang didapatkan dalam perkuliahan.

Sistem berasrama yang ada di STIABI ini telah berlangsung sejak awal berdirinya STIABI hingga saat ini. Dilihat dalam kacamata sejarah pondok, sejak awal pendirian yayasan pondok pada tahun 80-an disana telah dicantumkan bahwa pondok akan membangun lembaga pendidikan dari yang paling bawah hingga yang paling tinggi (perguruan tinggi). Cita-cita itu pun akhirnya terlearlisasi, dengan dibentuknya Ma’had Aly (pengajian para pengabdian yang berkuliah di luar STIABI) dan juga dengan berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam. Tujuan awal didirikannya STIABI ialah keinginan para pimpinan pondok untuk mengintegrasikan antara keilmuan kampus dan keilmuan pesantren maka dengan tujuan itulah STIABI ini dilahirkan dengan menerapkan sistem berasrama.

Bahkan ketika nantinya STIABI ini menerima mahasiswa regular (dari diluar), sistem berasrama ini akan tetap dipertahankan karena disanalah keunggulan akan nilai-nilai pesantren yang akan dimiliki oleh para mahasiswa STIABI. Selain itu, STIABI juga mempunyai visi dengan sistem kepesantrenan, maka sistem berasrama ini tidak akan pernah hilang.

Terdapat banyak kelebihan yang didapatkan oleh para mahasiswa STIABI dengan menerapkan sistem berasrama. Dengan sistem berasrama tersebut mahasiswa dapat terpantau selama 24 jam, artinya mahasiswa STIABI ini sangat terjaga dari pengaruh dunia luar yang mana dapat kita lihat dengan jelas akan liarnya pergaulan bebas. Dengan ini segala kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa STIABI terpantau langsung oleh para pimpinan dan para pengurus STIABI.

Kelebihan lain yang dimiliki mahasiswa STIABI dengan menerapkan sistem berasrama ini ialah menjadi mahasiswa yang sekaligus menjadi mahasantri. Karena hasil dari integrasi antara ilmu kampus dan ilmu kepesantrenan inilah yang membuat para mahasiswa STIABI dapat menguasai keilmuan umum dan juga keilmuan pesantren. Disisi lain dengan sistem berasrama ini,  para mahasiswa ataupun mahasantri STIABI dapat merasakan keluh kesah mereka secara bersama-sama. Artinya ukhuwah sesama mahasiswa disini terasa lebih erat dan lebih dekat.

Selain itu, dengan diterapkannya sistem berasrama ini, kegiatan mahasiswa STIABI sangatlah produktif. Karena para mahasiswa STIABI mempunyai tugas yang lebih selain sebagai mahasiswa, yakni mereka harus mengabdikan diri ke pondok. Disamping tugas-tugas pekuliahan, mereka juga mempunyai masing-masing tugas yang telah diberikan pondok. Dengan ini sistem asrama yang ada di STIABI bukan hanya sebagai media asrama saja, tetapi sebagai asrama yang produktif.

Menurut Ketua Umum STIABI Ustadz Muhammad Ridwan, M.Pd “Asrama itu sesuatu yang sangat sangat bagus sekali, dimana ketika asrama tersebut memang betul-betul merancang sedemikian rupa memformulasikan asrama menjadikan mahasiswa atau mahasanti memiliki kegiatan yang lebih. Sehingga di asrama tersebut mahasiswa menjadi produktif, bukan hanya sekedar menjadikan asrama sebagai tempat tinggal saja atau tempat istirahat saja. Sistem berasrama ini akan memunculkan sifat kerjasama, sifat empati, memiliki loyalitas satu angkatan, punya kekuatan militansi kebersamaan dan masih banyak lagi”.

Selain itu, beliau juga menyebutkan bahwa meskipun secara sekilas terdapat beberapa mahasiswa yang terlihat pendiam, tatapi arti dalam diam tersebut sesungguhnya mereka itu merekam kemudian melihat, mencermati, menganalisa dan mengamati proses tersebut. Beliau juga menyebutkan bahwa dengan menerapkan sistem berasrama ini keilmuan mahasiswa STIABI akan bertambah dalam segi sikologi, sosiologi, mental personal dan yang paling utama ialah dalam management stress. Artinya para mahasiwa STIABI ini harus mampu memanage antara kewajiban individu dan kewajiban lembaga atau pondok, dan dengan hal tersebut mental para mahasiswa STIABI ini akan kuat dan terasah. 

Mira 


Share: