Sebagai latihan kepemimpinan, mahasiswa STIABI kembali mengadakan Pemilihan Umum dan Orasi Calon Ketua Dema.

04/10/2021 | 48 kali | Berita

Pada malam Senin (3/10) Mahasiswa STIABI mengadakan Orasi Calon Ketua Dema yang kedua, dimulai pada pukul 20:00, yang dibuka langsung oleh Wakil Ketua STIABI bidang kegiatan mahasiswa Ust H Nurrohman M.Pd.

Untuk metode Orasi yang di ambil, adalah dengan Problem Solving, masalah masalah yang di munculakn adalah masalah masalah seputar kegaiatan mahasiswa, dalam mengembangkan STIABI, dan mengunggulkan kualitas mahasiswa STIABI, kegiatan ini di hadiri oleh stakeholder STIABI, dan mahasiswa STIABI baik Prodi SPI maupun BSA.

Dalam kesempatan ini juga bapak Ketua STIABI Riyadlul Ulum, memberikan pertanyaan mengenai bagaimana cara meningkatkan kualitas mahasiswa STIABI, jika terpilih menjadi ketua Dema.

Total kandidat ketua Dema ada empat orang yaitu, Sofyan Nurul Iman, Samsul Bahri, Siska Amelia, dan Tita. Mereka semua mewakili prodi masing masing Sofyan dan Siska dari SPI, sedangkan Samsul dan Siska dari BSA. Semua kandidat memberikan penyelesaian masalah menurut mereka masing masing yang membuktikan bahwa mereka layak untuk menjadi Ketua Dema masa bakti 2021 2022.

Acara berlangsung sangat khidmat, prosesi pencoblosan diawali oleh bapak Ketua STIABI Riyadlul ‘Ulum, Ust Muhammad Ridwan, M.Pd. lalu dilanjut oleh stakeholder yang lainnya, Ust Nurrohman menegaskan “Kita, STIABI ini berbeda dengan perguruan tinggi lainnya, kita berbasis pesantren, untuk itu proses kepengurusan Dema ini berbasis pesantren juga, jangan sampai melenceng dari Visi dan Misi STIABI”. Tutur beliau.

Selesai pada pukul 21:30, dengan ditutup oleh sesi pencoblosan, satu orang berhak mengeluarkan hak pilihnya untuk salah satu kandidat, “bentuk pencoblosan ini merupakan bentuk demokrasi kita di wilayah perguruan tinggi, karena ini merupakan bekal buat kita hidup bermasyarakat” ucap ketua Dema sebelumnya Nur Arip.

Semoga dengan terpilihnya ketua Dema yang baru dapat memajukan STIABI sebagai pergurun tinggi ysng berbasis pesantren, dan menjadi pemegang kekuasaan yang Amanah, aamiin.


Share: