Pengaruh Wabah Covid-19 Terhadap Pendidikan dan Perekonomian di Indonesia

19/11/2020 | 12 kali | Berita

Usria Ulfah

Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam ( STIABI)

Usriaulfah06@gmail.com

Pengaruh Wabah Covid 19 terhadap Pendidikan dan Perekonomian diIndonesia

 

     Pendidikan merupakan proses perkembangan kepribadian manusia dalam mendewasakan diri melalui pengajaran dan pelatihan. Yang mana dengan pendidikan, kita akan lebih dewasa dan bisa menimbulkan dampak yang positif bagi manusia, diantaranya menimbulkan kekreatifan, keterampilan, kemampuan mental dan lain sebagainya. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia pun telah disebutkan bahwa Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, dan perbuatan dalam mendidik. 

     Menurut UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

     Covid 19 merupakan wabah yang muncul sejak bulan maret 2020 sampai sekarang. Wabah ini sangat berbahaya dan sebagian orang yang tertular gejala ini biasanya mengalami gejala ringan sampai sedang. Prenyebaran virus atau covid 19 ini berasal dari droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Maka dari itu kita dianjurkan bahkan diwajibkan untuk memakai masker dan dilarang bersentuhan langsung dengan siapapun.

     Pendidikan di Indonesia yang awal mulanya terbilang rendah, Sekarang semakin rendah karena adanya wabah covid 19 ini. Pengaruh atau dampak wabah covid 19 terhadap pendidikan para pelajar yaitu dimulai berkala dengan meliburkan sekolah dan membuat aturan learn from home, lalu work from home, dan kini membuat aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membatasi aktivitas sosial warga.

     Dalam pendidikan pastinya ada pembelajaran yang mana pembelajaran sekarang sangatlah terbatas dengan tidak bertatap muka langsung dengan guru dan berinteraksi dengan pelajar lainnya. Saat ini, lebih dari 120 negara telah memberlakukan pembatasan interaksi sosial melalui penutupan sekolah yang berdampak pada jutaan siswa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah menerapkan belajar dari rumah sejak Maret lalu, Penutupan sekolah dapat memperburuk kesenjangan akses pendidikan.

     Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring yang saat ini diberlakukan sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran Covid-19 memunculkan fakta, besarnya kesenjangan pendidikan antara kelompok yang mampu dan tidak mampu. Dan ini terbukti, selain wabah covid 19 ini berdampak terhadap pendidikan, wabah ini juga berdampak kepada perekonomian masyarakat.

     Problem lain yang muncul dari PJJ atau daring adalah akses internet yang mahal dan tak mudah. Hal tersebut, yang juga dipaparkan oleh UNICEF diakui Retno membuat para pelajar kehilangan kesempatan untuk mendapat pendidikan yang layak. Sebab, ketika penghasilan orang tua turun drastis, maka kecukupan pangan menjadi tujuan utama. Sementara kebutuhan membeli pulsa internet dan pulsa ponsel tak dianggap sebagai prioritas. Padahal kemudahan akses internet adalah salah satu syarat untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh.

     Maka dari itu bagaimana pemerintahan menanggapi keadaan pendidikan dan perekonomian saat ini? Dengan hal ini maka pemerintah harus mempunyai strategi untuk menjadikan pendidikan diindonesia lebih baik dan dalam perekonomian pun menjadi normal kembali.


Share: