HMP BSA STIABI Riyadlul ‘Ulum Adakan Seminar “Tathwiru al-Maharat al-Lughawiyyah”

08/01/2020 | 89 kali | Berita

 

BSA STIABI RIYADLUL ‘ULUM – Tidak bisa dipungkiri dalam pembelajaran bahasa arab yang kaya akan khazanah keilmuan, yang tidak ada habis-habisnya untuk dikaji. Salah satunya adalah Maharat Lughawiyyah. BSA STIABI Riyadlul ‘Ulum sebagai salah satu lembaga pendidikan yang sangat concern dalam perkembangan bahasa Arab di Indonesia, berkesempatan mengadakan seminar nasional yang bertajukan “Tathwiru al-Maharat al-Lughawiyyah” Acara ini langsung dibuka oleh Ketua Prodi Bahasa & Sastra Arab al-Ustadz Agus Riyadi, S.Pd.I, M.Pd. Acara ini sepenuhnya dijalankan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi BSA STIABI Riyadlul ‘Ulum dibawah pengawasan Prodi BSA STIABI Riyadlul ‘Ulum . Seminar “Tathwiru al-Maharat al-Lughawiyyah” ini berlangsung pada hari Senin, Tanggal 11 Jumadal Ula 1441 yang bertepatan dengan 06 Januari 2020, pukul : 08.00 – 12.00 WIB, bertempat di Hall Gedung Ibnu Malik Lt. 2.

 

Dalam kesempatan ini, hadir Dosen-dosen Prodi BSA STIABI Riyadlul ‘Ulum diantaranya: Ust. Faiz Azhari, M.Pd., Usth Yulianti, M.Pd.I dan Ust. Emas Masruroh, M.Pd. Dalam sambutannya, Al-Ustadz Agus Riyadi, S.Pd.I, M.Pd. selaku Ketua Prodi BSA dan keynote speaker menekankan bahwasannya bahasa arab bukan saja bahasa orang-orang Arab selain sebagai bahasa agama (Islam), bahasa al-qur’an melainkan ia adalah bahasa Internasional, bahasa peradaban dan bahasa orang-orang terpelajar, bahasa karya ilmiah serta bahasa penduduk surga “Lughatu Ahlul Jannah” bubuhnya. Oleh karena itu keterampilan berbahasa arab harus dimiliki oleh seorang mahasiswa mulai dari istima’ (listening), kalam ((speaking), qira’ah (reading) dan kitabah (Writing). Diakhir pemaparannya, beliau mengutip adagium seorang Ahli sejarah bahasa yang berasal dari Belgia yaitu George Satron; “It ( Arabic) was the language not of one people, one nation, one faith, but of many people, many nations, many faiths”.

 

Kemudian Ustadzah Yulianti Hasani, M.Pd.I menyampaikan seminarnya tentang “tahtwiru mahaaratil istima”. Beliau menekankan bahwasannya mahaaratul istima’ merupakan keterampilan pertama yang harus dimiliki seorang Mahasiswa Prodi BSA karena seseorang tidak bisa berbicara dengan baik, membaca dengan baik dan menulis dengan baik tanpa mendengarkan kata-kata bahasa Arab dengan baik. Dalam bahasa arab dengan lugas “Maharatul Istima’ takuunu al-Marhalah al-Ula fitathwiri al-Mahaarah al-Lughawiyah allati laabudda an tatawafaru al-Tullab hatta Tatabahhar fi al-Lughah”. Kemudian dilanjutkan dengan Ustadzah Emas Masruroh, M.Pd. Beliau dengan fasih menyampaikan “Tahtwiru mahaaratil kalam ta’ti bil ansyithoh al mutanawiyah ba’duha: al-Muhadatsah, wal-Khitabah wa qira’atunnushush arabiyah wa adabiyan”. Diakhir pemaparannya beliau menegaskan “al-Jawanib al-Muhimmah fi tahtwiru mahaaratil kalam hia al-Nutqhu wal Mufradat wal Qawaid”.

 

Pembicara terakhir adalah al-Ustadz Faiz Azhari, M.Pd. Dosen Alumni Pascasarjana IAIC ini menyampaikan bahwasannya maharatul qira’ah sangatlah penting karena membaca merupakan “Miftahul ‘Ulum” diikuti dengan dalil al-Qur’an “Iqra bismirabbika aladzi khalaq”. Diakhir seminarnya beliau menyampaikan untuk mempunyai kemampuan membaca bahasa arab dengan baik harus disertai dengan latihan yang banyak “alikstar minat Tamariin”. Selain itu, beliau juga menekankan, bahwa seseorang itu tidak akan mampu berbicara bahasa Arab dengan baik sebelum menguasai mufrodat (kosakata) yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, berkali-kali beliau mengatakan, “Zawwid Al-Mufrodat…!” atau bekalilah diri anda dengan kosakata.

 

Seminar ini disampaikan dengan bahasa Arab, karena memang semua pemateri adalah Dosen-dosen BSA. Oleh karena itu tidak mengurangi minat para peserta untuk hadir dalam seminar ini, hal itu dapat terlihat dari banyak para peserta yang hadir. Wal Hasil, seminar ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para mahasiswa BSA untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam ketrampilan berbahasa Arab, karena bahasa Arab merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari agama Islam. Hal sesuai dengan pesan yang disampaikan oleh Kaprodi BSA ketika membuka acara seminar ini dengan mengutip perkataan Khalifah Umar bin Khattab, “Ihrisu ala ta’allumil Arabiyah, Fainnaha Juz’un min diinikum!”. Wallahu A’lam (Azam)

 


Share: