Efektivitas Pembelajaran di Pondok Pesantren pada Masa Pandemi Covid-19

19/11/2020 | 41 kali | Berita

Wafi Niswatul Hasanah

Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam (STIABI) Riyadlul Ulum

wafiniswatul@stiabru.co.id

 Efektivitas Pembelajaran di Pondok Pesantren pada Masa Pandemi Covid-19

 

     Belajar merupakan suatu keharusan bagi setiap orang, karena pada asalnya manusia dilahirkan dalam keadaan bodoh atau tidak mengetahui sesuatu. Pembelajaran akan lebih bermakna apabila dilakukan secara langsung mengadakan tatap muka antara guru dengan muridnya. Melihat kondisi saat ini, kualitas pendidikan di Indonesia mengalami kemerosotan yang disebabkan oleh berbagai faktor yang terjadi, salah satunya akibat adanya wabah covid-19 yang terjadi pada awal  bulan maret sampai sekarang. 

     Karena wabah covid-19 ini, akhirnya semua sekolah pun di liburkan. Namun setelah memasuki era new normal, masyarakat Indonesia pun kini mulai kembali menjalani aktivitas mereka sehari-hari seperti biasanya. Tak terkecuali dalam hal pendidikan. Demi menjaga keselamatan dan kesehatan para siswa, sejumlah sekolah pun menerapkan sistem online atau virtual tanpa tatap muka langsung. Sistem ini juga dikenal dengan sistem pembelajaran daring. 

     Istilah pembelajaran daring dan luring muncul sebagai salah satu bentuk pola pembelajaran di era teknologi informasi seperti sekarang ini. Daring merupakan singkatan dari “dalam jaringan” sebagai pengganti kata online yang sering kita gunakan dalam kaitannya dengan teknologi internet. Daring adalah terjemahan dari istilah online yang bermakna tersambung ke dalam jaringan internet. Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang dilakukan secara online, menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka, tetapi melalui platform yang telah tersedia. Segala bentuk materi pelajaran didistribusikan secara online, komunikasi juga dilakukan secara online, dan tes juga dilaksanakan secara online. Sistem pembelajaran melalui daring ini dibantu dengan beberapa aplikasi, seperti Google Classroom, Google Meet, Edmodo dan Zoom.

     Istilah luring adalah kepanjangan dari “luar jaringan” sebagai pengganti kata offline. Kata “luring” merupakan lawan kata dari “daring”. Dengan demikian, pembelajaran luring dapat diartikan sebagai bentuk pembelajaran yang sama sekali tidak dalam kondisi terhubung jaringan internet maupun intranet. Sistem pembelajaran luring (luar jaringan) artinya pembelajaran dengan memakai media, seperti televisi dan radio. Jika peserta didik menulis artikel atau mengerjakan tugas di Microsoft Word dan tidak menyambungkannya dengan jaringan internet, maka itu juga merupakan contoh aktivitas luring dan Jika siswa melakukan offline conference dengan bertemu secara langsung tanpa menggunakan internet, hal itu adalah contoh aktivitas luring. 

     Dalam era new normal ini, mentri keagamaan pun telah menerbitkan panduan pembelajaran pada masa covid-19 yang di khususkan bagi pesantren. Panduan ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari surat keputusan bersama Kemendikbud, Kemenag, Kemenkes, dan Kemendagri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi covid-19 ini. Panduan-panduan tersebut yaitu Membentuk gugus tugas percepatan penanganan covid-19, Memiliki fasilitas yang memenuhi protokol kesehatan, Aman dari covid-19 dengan dibuktikan oleh surat keterangan dari gugus tugas percepatan penanganan covid-19 atau pemerintah daerah setempat, dan Pimpinan, pengelola, pendidik, dan peserta didik dalam kondisi sehat, dan dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari fasilitas pelayanan kesehatan setempat.

     Dengan adanya panduan tersebut, akhirnya beberapa pesantren pun bisa menjalankan sistem pembelajaran mereka kembali walaupun ada beberapa peraturan pesantren yang di ubah karena hal tersebut. Seperti jam pelajaran yang semulanya 9 jam pelajaran menjadi 7 jam pelajaran dalam sehari atau diadakannya olahraga pagi setiap hari agar para santri atau siswanya menjadi sehat, dan juga pemberian vitamin kepada santri setia 3x sehari supaya imun para santri bisa terjaga dengan baik. 

     Berbeda dengan sekolah-sekolah umum di luar sana. Semenjak terjadinya covid-19 di Indonesia ini, sistem pembelajaran semua sekolah menggunakan sistem virtual atau daring. Namun dampak dari sistem pembelajaran daring ini, para  siswa yang biasanya ketika sekolah mendapatkan ilmu serta pendidikan karakter sekarang menjadi kurang bahkan terabaikan. Contohnya dalam hal mendidik karakter kejujuran yaitu ketika para siswa ujian, guru melakukan pengawasan secara langsung sehingga para siswa pun mengerjakan soal dengan jujur sesuai kemampuan meraka, namun  sekarang keadaannya berubah apakah para siswa mengerjakan soal tersebut dengan sendiri atau tidak ataukah mencari jawaban dari internet. 

     Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah memikirkan bagaimana caranya agar pendidikan karakter yang selama masa pandemi ini  terpaksa harus terabaikan. Jangan sampai hilangnya nilai-nilai pendidikan karakter juga bagian dari new normal. Sehingga nantinya kita tak lagi merasa aneh melihat generasi muda yang kehilangan karakter-karakter positif karena pendidikan kita akhirnya didominasi pembelajaran daring yang hanya mengedepankan transfer pengetahuan tanpa penanaman nilai-nilai akhlak yang baik. Itulah yang sangat diperlukan bangsa ini untuk memperbaiki keadaannya sendiri yang sedang dilanda banyak masalah seperti sekarang ini. 





Daftar Pustaka

https://www.stit-alkifayahriau.ac.id/penerapan-sistem-pembelajaran-daring-dan-luring-di-tengah-pandemi-covid-19/

 https://tirto.id/panduan-menjalani-new-normal-di-pesantren-pada-masa-pandemi-corona-fK5G 

"Panduan Menjalani New Normal di Pesantren pada Masa Pandemi Corona", https://tirto.id/fK5G


Share: